Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.
Minggu, 30 November 2014
Minggu, 09 November 2014
Pengendalian Internal Menurut COSO ( Silvy Christy Sinaga - C1C011080)
Pengendalian
Internal adalah usaha manajemen untuk menjaga aset perusahaan didalam
pengeloloaannya. Selain itu pengendalian internal juga merupakan usaha
manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara efektif dan
efisien di dalam mencapai tujuan perusahaan.
Pembahasan pengendalian internal yang terkenal adalah oleh COSO (Committee of Sponsoring Organization of The Treadway Commission) pada tahun 1992 telah dianut oleh banyak negara menjadi acuan dasar konsep pengendalian internal. COSO memberi definisi pengendalian internal adalah sebagai berikut : "Internal control is process, affected by entility’s board of directors, management and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories: Effectiveness and efficiency of operations Realibillty of Financial Reporting Compliance with Applicable laws and regulation."

COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan.
Pembahasan pengendalian internal yang terkenal adalah oleh COSO (Committee of Sponsoring Organization of The Treadway Commission) pada tahun 1992 telah dianut oleh banyak negara menjadi acuan dasar konsep pengendalian internal. COSO memberi definisi pengendalian internal adalah sebagai berikut : "Internal control is process, affected by entility’s board of directors, management and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories: Effectiveness and efficiency of operations Realibillty of Financial Reporting Compliance with Applicable laws and regulation."

COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan.
Komponen pengendalian intern menurut COSO adalah :
1. Lingkungan pengendalian (control environment). Faktor-faktor
lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis, dan kompetensi
dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara
manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan
dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan
oleh board.
2. Penaksiran risiko (risk assessment). Mekanisme
yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola
risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana
organisasi beroperasi.
3. Aktivitas pengendalian (control activities). Pelaksanaan
dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh
manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai.
4. Informasi dan komunikasi (informasi and communication). Sistem
yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi
yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan
operasinya.
5. Pemantauan (monitoring). Sistem
pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk
menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui
aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau
kombinasi dari keduanya.
Langganan:
Postingan (Atom)