Minggu, 09 November 2014

Pengendalian Internal Menurut COSO ( Silvy Christy Sinaga - C1C011080)

Pengendalian Internal adalah usaha manajemen untuk menjaga aset perusahaan didalam pengeloloaannya. Selain itu pengendalian internal juga merupakan usaha manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara efektif dan efisien di dalam mencapai tujuan perusahaan.

Pembahasan pengendalian internal yang terkenal adalah oleh  COSO (Committee of Sponsoring Organization of The Treadway Commission) pada tahun 1992 telah dianut oleh banyak negara menjadi acuan dasar konsep pengendalian internal. COSO memberi definisi pengendalian internal adalah sebagai berikut :  "Internal control is process, affected by entility’s board of directors, management and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories: Effectiveness and efficiency of operations Realibillty of Financial Reporting Compliance with Applicable laws and regulation." 


COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan.

Komponen pengendalian intern menurut  COSO adalah : 
1. Lingkungan pengendalian (control environment). Faktor-faktor lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis, dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh board. 

2. Penaksiran risiko (risk assessment). Mekanisme yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana organisasi beroperasi. 

3. Aktivitas pengendalian (control activities). Pelaksanaan dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai. 

4. Informasi dan komunikasi (informasi and communication). Sistem yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya. 

5. Pemantauan (monitoring). Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar